Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru

Indonesia - China Kokohkan Kerjasama Perlindungan Haki

indonesia-china, kokohkan kerjasama, haki

Posted on 09 Apr 2013. Hits : 395

Indonesia dan China mengkokohkan kerja sama perlindungan hak cipta atau Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) sebagaibagian dari kemitraan strategis yang disepakati kedua negara pada April 2005.

Pemantapan kerja sama perlindungan hak cipta itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Menteri Hukum dan HAM Amir Syarifuddin dan Komisioner Perlindungan Hak Cipta China, Tian Lipu, di Beijing, Selasa (9/4).

Menteri Hukum dan HAM Amir Syarifuddin mengatakan sejak ditandatanganinya kemitraan strategis antara Indonesia dan China, serta kesepakatan perdagangan bebas ASEAN-China, kerja sama perdagangan kedua negara semakin meningkat.

"Semakin meningkatnya hubungan kedua negara, termasuk dalam bidang perdagangan menuntut pula kerja sama di bidang perlindungan hak cipta," katanya.

Karena itu, dengan penandatangan nota kesepahaman ini menunjukkan komitmen kuat dari kedua negara untuk bekerja sama dalam perlindungan hak cipta.

"Melalui kerja sama hak cipta tersebut, diharapkan hubungan dan kerja sama kedua negara semakin meningkat dan luas ke berbagai bidang di masa datang," ujar Amir.

Ia juga mengatakan kerja sama perlindungan hak kekayaan intelektual merupakan komponen penting dan tak terelakkan dalam membangun kerja sama di bidang lain antara Indonesia dan China

"China dengan sistem perlindungan hak cipta yang sudah sedemikian maju, dapat menjadi motivasi bagi Indonesia untuk semakin baik dalam membangun sistem perlindungan hak kekayaan intelektualnya," tutur Menkumham.

Pada kesempatan yang sama, Komisioner Kantor Perlindungan HAKI China Tian Lipu mengatakan perlindungan terhadap hak cipta mutlak dilakukan seiring dengan perkembangan dan kemajuan kebudayaan serta teknologi di berbagai bidang.

"Dengan kesepakatan ini, kerja sama dan komunikasi antara Indonesia dan China dapat dijalin dengan lebih baik, khususnya di bidang perlindungan hak kekayaan intelektual," ucapnya.

Tian menambahkan, kerja sama yang baik antara kedua negara di bidang hak cipta tidak saja menguntungkan Indonesia-China tetapi juga memberikan kontribusi bagi kemakmuran kawasan.

"Indonesia sebagai salah satu negara besar di kawasan memiliki peran yang sangat penting dalam kerangka kerja sama ASEAN-China," ujarnya.

Dengan begitu, lanjut Tian, kesepakatan antara kedua negara dalam bidang hak kekayaan intelektual, tidak saja bermanfaat bagi hubungan bilateral kedua negara tetapi juga dalam hubungan multilateral di kawasan regional dan global.

"Apalagi, Indonesia telah menyepakati beberapa konvensi internasional tentang hak cipta," katanya, menambahkan.

Penandatanganan itu juga dihadiri Duta Besar RI untuk China merangkap Mongolia Imron Cotan, Dirjen Imigrasi, Dirjen Administrasi Hukum Umum, dan Dirjen HAKI.(ris/ant)

Petinju Indonesia Tibo Monabesa Perebutkan Gelar Juara Dunia WBC

Petinju Indonesia Tibo Monabesa akan menghadapi petarung Filipina Rene Patilano Sabtu (21/1) mendatang untuk memperebutkan sabuk WBC Silver Internasional pada kelas terbang ringan, sekaligus memperbaiki peringkat sebagai syarat ikut serta memperebutkan sabuk juara dunia.

Sylviana Diperiksa Selama 7,5 Jam

Mantan Walikota Jakarta Pusat Sylviana Murni diperiksa selama 7,5 jam sebagai saksi kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana bansos Pemprov DKI Jakarta di Kwarda Gerakan Pramuka DKI Jakarta tahun anggaran 2014 dan 2015.

OCBC NISP Tawarkan Kartu Kredit Untuk Kelas Menengah Atas

Bank OCBC NISP menawarkan kartu kredit "Voyage" bagi kalangan menengah atas seperti pemilik bisnis, para profesional dan eksekutif untuk memenuhi kebutuhan nasabah premium secara eksklusif.

Menelusuri Jejak Kesultanan Sambas

Istana Alwatzikhoebillah Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat yang didominasi warna kuning menyala, masih cukup kokoh berdiri.

Museum Goedang Ransoem Alami Revitalisasi

Dinas Kebudayaan Peninggalan Sejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar) merevitalisasi salah satu bangunan cagar budaya di kota itu, Museum Goedang Ransoem, pada 2017.