Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Polisi Selidiki Kasus Dukun Cabul di Pamulang

polisi jakarta selatan, dukun cabul, pamulang

Posted on 12 Nov 2013. Hits : 339

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan sedang menyelidiki kasus pencabulan oleh anak di bawah umur dengan modus pengobatan alternatif, kata Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Aswin.

"Kasus itu terungkap melalui laporan S, ayah korban pada Rabu (30/10) dengan pelaku berinisial IJ (29) yang membuka praktek pengobatan alternatif di Jalan Surya Kencana, Pamulang Barat, Tangerang Selatan," kata Kompol Aswin di Jakarta, Selasa.

Aswin mengatakan kejadian itu bermula ketika korban berinisial MK (14) yang menderita leukemia tak kunjung sembuh setelah berobat ke berbagai rumah sakit. Orang tua MK kemudian mencoba pengobatan alternatif yang dijalankan IJ.

Menurut Aswin, pengobatan alternatif IJ diketahui melalui mulut ke mulut karena di tempat prakteknya tidak terdapat papan nama atau petunjuk pengobatan alternatif.

"Korban mulai berobat sejak awal 2013. Dia beberapa kali berobat dengan tarif Rp300 ribu hingga Rp500 ribu. Pada akhir Juli 2013, pelaku mulai melakukan ritual mandi air es yang mensyaratkan korban telanjang bulat," tutur Aswin.

Melalui ritual mandi air es itu, pelaku mulai melakukan perbuatan tidak senonoh kepada korban. Aswin mengatakan pelaku menyetubuhi korban hingga 10 kali.

"Ketika orang tua korban merasa anaknya tidak mendapatkan kesembuhan, mereka bermaksud membawa MK ke pengobatan alternatif lain. Pada saat itulah, korban menyampaikan kepada orang tuanya telah disetubuhi oleh pelaku," jelas Aswin.

Aswin mengatakan setelah mendapatkan laporan mengenai praktek pengobatan alternatif cabul yang dilakukan IJ, polisi kemudian melakukan penyamaran untuk menangkap pelaku.

"Pelaku kemudian ditangkap pada Kamis (7/11). Penyidik masih menyelidiki apakah ada kemungkinan korban lain. Kami berharap tidak ada korban lainnya," ujarnya.

Menurut Aswin pelaku akan dijerat menggunakan Pasal 287 KUHP dan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.(ris/ant)

Garuda Berencana Layani Penerbangan Langsung Tarakan-Cengkareng

Maskapai PT Garuda Indonesia berencana mulai 17 Oktober 2016 melayani penerbangan langsung dari Bandara Juwata, Tarakan, ke Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, kata Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie.

Menteri BUMN Resmikan Hotel Indonesia Group

Menteri BUMN Rini M. Soemarno resmi meluncurkan sinergi hotel yang dimiliki BUMN dalam Hotel Indonesia Group (HIG) di Jakarta, Rabu.

14 Negara Ramaikan Indonesia International Book Fair

Sebanyak 14 negara ikut meramaikan "Indonesia International Book Fair 2016" di JCC Senayan, Jakarta, 28 September hingga 2 Oktober.

UMY-Kedutaan Prancis Galakkan Pola Hidup Sehat

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta bekerja sama dengan Kedutaan Besar Prancis menggalakkan penerapan pola hidup sehat di kalangan mahasiswa melalui konsumsi produk organik.

Sikap Hedonis Dorong Orang Lakukan Penipuan

Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Prof Azyumardi Azra menilai sikap hedonis telah mendorong orang untuk melakukan penipuan sebagaimana yang terjadi pada kasus penggandaan uang pengasuh Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Probolinggo.