Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Polresta Bandarlampung Sita Sabu Senilai Rp 170 Juta

polreta, bandarlampung, sita sabu, 170 juta

Posted on 03 Jul 2013. Hits : 222

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandarlampung menyita narkoba jenis sabu-sabu senilai Rp170 juta dengan berat 92,5 gram yang didapatkan dari tersangka Supriyanto (37).

"Tersangka ditangkap di rumahnya Jalan Gajah Mada Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kedaton, Bandarlampung dengan barang bukti sabu-sabu seberat 92,5 gram," kata Kapolresta Bandarlampung Kombes Dwi Irianto saat ekspose di Mapolresta setempat, Selasa.

Dia mengemukakan, penangkapan tersangka berawal dari hasil pengembangan pengakuan tersangka Yuhrodi (37) yang telah ditangkap di Jalan Onta Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kedaton pada Minggu (30/6) pukul 23.00 WIB, dan berdasarkan informasinya polisi berhasil menangkap bandar besarnya yakni Supriyanto yang juga residivis kasus narkoba dari tahun 1994 hingga 2012.

Berdasarkan informasi dari kurirnya bahwa tersangka sudah menjual sabu-sabu tujuh kali dengan target konsumen mahasiswa dan pengusaha.

Saat Yuhrodi ditangkap, ditemukan barang bukti empat paket sedang sabu-sabu dengan berat 4 gram dan di rumahnya terdapat dua paket kecil sabu-sabu seberat 0,5 gram yang semuanya berasal dari Supriyanto.

"Tersangka Supriyanto merupakan residivis kasus narkoba yang baru keluar dari LP Way Huwi tahun 2012," katanya.

Dia ditangkap pada Senin (1/7) pukul 01.00 di rumahnya yang tidak jauh dari kediaman Yuhrodi, dan pada saat penggeledahan petugas mendapatkan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 88,5 gram, ganja seberat 14,5 gram, uang tunai hasil penjualan sabu-sabu sebesar Rp4 juta, enam buah alat hisap (bong), satu unit timbangan elektrik dan 1.000 buah plastik paketan kecil.

Kedua tersangka kini telah diamankan di sel tahanan Polresta Bandarlampung guna proses lebih lanjut.

Menurut Kapolresta, tersangka akan dijerat dengan pasal 111 ayat (1) sub-pasal 112 ayat (2) sub-pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara.

Berdasarkan pengakuan Yuhrodi, dia mendapakan upah Rp50 ribu hingga Rp100 ribu setiap kali melakukan pengiriman paket sabu-sabu itu.

"Saya melakukan ini baru beberapa bulan, dan setiap kali mengirimkan sabu-sabu selalu mendapatkan upah," kata tersangka itu pula.

Supriyanto mengaku tidak mempunyai pekerjaan tetap, sehingga harus berjualan narkoba meskipun dia pernah mendekam di penjara akibat kasus yang sama.

"Barang bukti daun ganja didapatkan dari Nov, sedangkan untuk sabu-sabu dari Ran yang bertransaksi melalui telepon genggam yang diambil di Hotel Grand Anugrah," katanya lagi.

Sesampainya di hotel tersebut, lanjut Kombes Dwi, tersangka bertemu dengan dua orang lelaki itu yang langsung memberikan satu bungkus besar berisikan sabu-sabu.(ris/ant)

HAJI - JKG-31 Kloter Pertama Gunakan Bus Upgrade Jeddah-Mekkah

Jamaah kelompok terbang (kloter) 31 embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG-31) menjadi kloter pertama yang menggunakan bus upgrade rute Jeddah-Mekkah setelah pengajuannya disetujui oleh Menteri Haji Arab Saudi Ahmad bin Sholeh Banten.

Akademisi: Wacana Penaiksn Harga Rokok Perlu Didukung

Ketua Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat (Fikes) Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Nanti Supriatni, SKM, MK merespon positif keinginan pemerintah menaikkan harga rokok mulai Semptember.

Keberadaan Perjalanan Wisata Ilegal Rusak Pasar Wisata

Keberadaan agen perjalanan wisata ilegal di Bali sangat berdampak merusak harga pasar paket wisata di Pulau Dewata ke depannya.

HAJI - Pembimbing Ibadah Kunci Kepatuhan Jadwal Lontar Jumrah

Kepala Sektor Sembilan Daerah Kerja Mekkah Misbahudin menilai pembimbing ibadah, pengurus Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), dan ustad memainkan peran penting untuk memastikan kepatuhan jamaah pada jadwal dan rute melontar jumrah.

HAJI - Ribuan Jamaah Tunaikan Ibadah Di Masjidil Haram

Sedikitnya 106.925 jamaah haji Indonesia sudah berada di Kota Mekkah bersama ribuan jamaah berbagai bangsa yang mengakibatkan kawasan Masjidil Haram selalu penuh sesak oleh jamaah yang menunaikan ibadahnya.