Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru

Biaya Kuliah di Universitas Brawijaya Bisa Diangsur

biaya kuliah diangsur, ub, universitas brawijaya, malang, uang kuliah tunggal

Posted on 15 Jan 2013. Hits : 944

Biaya kuliah di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, mulai tahun akademik 2013/2014 bisa diangsur hingga lulus karena kampus itu akan menerapkan uang kuliah tunggal.

Pembantu Rektor II UB Prof Dr Warkum Sumitro, Selasa mengemukakan dengan diterapkannya uang kuliah tunggal, sistem pembiayaan akan semakin praktis karena biaya yang ditentukan per jurusan tidak lagi ada rincian.

"Kalau sebelumnya kan ada uang gedung yang harus dibayarkan pada awal mulai diterima sebagai mahasiswa, tapi mulai tahun akademik 2013/2014 tidak diberlakukan lagi. Dan, uang gedung bisa diangsur tiap semester hingga lulus kuliah," katanya.

Menurut dia, biaya yang nantinya dibayarkan oleh mahasiswa sudah dalam bentuk akumulasi selama menempuh pendidikan tinggi atau sampai mahasiswa lulus, bahkan penghitungan biaya kuliah setiap jurusan sudah selesai.

Hanya saja, Warkum enggan menyebutkan berapa nominal yang harus dibayarkan setiap mahasiswa per semesternya. Ia hanya menyebutkan, jika biaya terendah ada di Fakultas Peternakan dan Perikanan dan tertinggi di Fakultas Kedokteran.

Ia mengaku, UB sudah siap menerapkan instruksi Kemendikbud terkait pelaksanaan uang kuliah tunggal tersebut. Dengan penerapan uang kuliah tunggal itu, mahasiswa baru tidak lagi dibebani uang gedung, biaya laboratorium, biaya ujian maupun biaya skripsi serta biaya-biaya lainnya.

Warkum mencontohkan, untuk biaya kuliah sampai lulus di Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) sekitar Rp32 juta, maka nominal itu dibagi selama delapan semester, sehingga rata-rata biaya per semesternya sebesar Rp4 juta.

Sebenarnya, katanya, dengan sistem uang kuliah tunggal ini beban mahasiswa menjadi ringan.

Menyinggung anggaran operasional UB selama satu tahun, Warkum menyebutkan, sebesar Rp1,125 triliun, termasuk untuk membayar gaji dosen dan karyawan. Kebutuhan anggaran tersebut berasal dari bantuan pemerintah, partisipasi wali mahasiswa serta keuntungan dari unit-unit bisnis UB.

"Meskipun nantinya kami menerapkan uang kuliah tunggal, kami juga tetap mengacu pada sistem proporsional, artinya tetap disesuaikan dengan kemampuan mahasiswa. Kalau kurang mampu biaya kuliahnya sekian dan yang mampu juga sekian, sehingga ada subsidi silang," katanya. (ant/ed)

Dua Daerah DIY Percontohan Kemiskinan Nasional

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan sebanyak dua daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi daerah percontohan bagi program pengentasan kemiskinan pemerintah.

Kekhasan Taman Nasional Daya Tarik Wisata

Pakar pelestarian lingkungan hidup dari Amerika, Shane Barrow, memberikan komentar dan penilaiannya terkait keadaan taman nasional yang ada di Indonesia.

Pemerintah Perkuat Transmigrasi Untuk Kurangi Impor Pangan

Pemerintah segera memperkuat dan menggalakkan kembali program transmigrasi untuk mengurangi ketergantungan impor pangan, kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo.

Penyaluran KIP Belum Tuntas

Penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) belum juga tuntas meskipun batas waktu penyaluran akan berakhir di akhir September.

BNPB-MIT Kembangkan Peta Bencana Berbasis Media Sosial

Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Urban Risk Lab Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat, mengembangkan peta bencana berbasis media sosial.