Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Dinkes Sulbar: Angka Kematian Balita Mamuju Tertinggi

dinas kesehatan,nangka kematian bayi, sulawesi barat tertinggi

Posted on 02 Jun 2013. Hits : 320

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat menyatakan angka kematian bayi di Provinsi Sulawesi Barat tertinggi di Kabupaten Mamuju.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar, Ahmad Azis di Mamuju, Minggu, mengatakan, angka kematian balita di Mamuju tertinggi diantara Kabupaten lainnya di Sulbar.

Ia mengatakan, angka kematian bayi di Mamuju dianggap tertinggi berdasarkan pendataan yang dilakukan dirumah sakit dan puskesmas.

'Mamuju paling tinggi didapat angka kematian bayinya mencapai 128 kasus, berdasarkan pendataan di puskesmas dan rumah sakit,' katanya.

Menurut dia, setelah Mamuju angka kematian bayi tertinggi kedua terdapat di Kabupaten Polman mencapai 109 kasus, Mamuju 50 kasus dan Mamasa 23 kasus.

Ia mengatakan, karena data itu dirilis dari rumah sakit dan puskesmas maka angka kematian bayi di sejumlah Kabupaten di Sulbar diperkirakan jauh lebih tinggi jika didata dari rumah setiap warga.(ant/rd)

Ahok: Pelanggar Ganjil Genap Diberi Blangko Biru

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akrab dipanggil Ahok mengatakan penerapan kendaraan dengan nomor polisi ganjil genap bila ada yang melanggar langsung diberi blangko tilang warna biru.

Banyuwangi Siapkan Langkah Hadapi Tantangan Ekonomi 2017

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi kondisi ekonomi pada 2017 yang diprediksi bakal nbanyak menghadapi tantangan berat.

Kupang Terapkan Rekam KTP Elektronik 24 Jam

Pemerintah Kota Kupang segera menerapkan layanan perekaman identitas untuk pencetakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik warga di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu 24 jam.

170 Ekor Sapi Ikuti Kontes Di Situbondo

Sebanyak 170 ekor sapi hasil inseminasi buatan mengikuti kontes ternak sapi yang digelar Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, guna mengetahui keberhasilan pada sektor peternakan.

Program 35.000 MW Diperkirakan Tidak Capai Target

Pengamat energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi memperkirakan program pembangunan pembangkit listrik berdaya 35.