Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Jalur Jembatan Kapuas I Pontianak Macet Total

kemacetan total, pontianak city road race, pusat perdagangan

Posted on 22 Feb 2013. Hits : 359

Jalur Jembatan Kapuas I Pontianak terjadi kemacetan total sebagai dampak dari diselenggarakannya "Pontianak City Road Race", di kawasan pusat perdagangan Pontianak, Jumat.

Syafarudin (50) salah seorang warga Kota Pontianak menyatakan, dirinya sudah terjebak macet lebih dari dua jam, untuk perjalanan dari Pontianak Timur menuju Kota Pontianak.

"Saya tidak mengetahui apa penyebab kemacetan, karena baik kendaraan roda empat dan dua tidak bisa jalan sama sekali," ujarnya.

Setelah mendapat informasi, dari warga lainnya, dia baru mengetahui kalau di kawasan perdagangan mulai dari Jalan Gajah Mada-Pahlawan-Tanjungpura-Agus Salim sedang diselenggarakan balap sepeda.

"Kami tidak mengetahui kalau saat ini sedang diselenggarakan lomba balap sepeda, karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan secara resmi dari pihak pemerintah," ujar Syafarudin kesal.

Kepolisian Resor Kota Pontianak, mengerahkan sekitar 1.500 personel polisi untuk mengamankan olah raga balap sepeda tersebut.

Sebelumnya, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Kalbar, Numsuan Madsun mengimbau, kepada masyarakat untuk menghindari kawasan yang menjadi rute balap sepeda, "Pontianak City Road Race".

"Karena lomba berada di sentra perdagangan Kota Pontianak, akan terjadi konsentrasi massa yang lebih banyak," ujarnya.

 "Pontianak City Road Race 2013" merupakan bagian dari Tour d'Khatulistiwa yang digelar untuk memeriahkan Imlek dan Cap Go Meh di Kalbar.

Rute lomba dimulai dari depan Hotel Orchardz Jalan Gajah Mada Pontianak-Jalan Pahlawan-Jalan Tanjung Pura-Jalan H. Agus Salim, dan kembali ke tempat start. Rute sekitar 4,2 kilometer.

Ia melanjutkan, kalau masyarakat harus melewati rute tersebut, sebaiknya mematuhi aturan yang sudah ditetapkan panitia.

"Kalau pun mau menyaksikan, parkir kendaraan di tempat yang sudah disediakan," ujar dia.

Ia mengakui bahwa di kawasan itu akan ada beragam kegiatan lain, di antaranya Festival Cap Go Meh Pontianak yang dipusatkan di Jalan Diponegoro serta atraksi "naga buka mata".

"Ini hanya setahun sekali, kami berharap masyarakat maklum. Karena kegiatan ini akan membawa nama Kota Pontianak ke seluruh Indonesia," ujar Numsuan Madsun.

Panitia menyediakan hadiah Rp500 juta untuk pemenang di lima kelas dalam "Pontianak City Road Race".

Lomba tersebut saat ini sedang dibuka oleh Menpora Roy Suryo dan Gubernur Kalbar Cornelis.

Lima kelas yang dilombakan, yakni Kelas Master C, Master B, Master A, Expert dan Elite. Kelas Master C untuk peserta usia 50 tahun ke atas, jumlah putaran delapan. Master B, usia 40--49 tahun, jumlah putaran 10, sedangkan Master A usia 30--39 tahun dengan 12 putaran. Pemenang adalah yang tercepat di masing-masing kelas.(ant/rd)

Wayan Sastra Wakili Indonesia Ikuti Program Kreasi Seni Budaya

I Wayan Sastra Kesuma (11), murid kelas IV sekolah dasar negeri (SDN 3) Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali mendapat kepercayaan mewakili Indonesia mengikuti Program Kreasi Pengalaman Karya Seni dan Budaya di Yokohama, Jepang selama dua hari, 27-28 Juli 2016.

91 Koperasi di Buleleng Dicabut Izinnya

Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian (Diskoperindag) Kabupaten Buleleng, Bali, mencabut izin 91 koperasi di daerah itu karena mengalami berbagai masalah keuangan dan pengelolaan, tidak dapat menjalankan rapat anggota tahunan (RAT).

KPK Masih Kekurangan Penyidik

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo, menyatakan, sampai saat ini KPK masih sangat kekurangan penyidik untuk menangani kasus yang terjadi di Indonesia dan sampai saat ini KPK hanya memiliki 90 orang penyidik.

Sistem Online Diyakini Cegah Makam Fiktif

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menyakini praktek makam fiktif di Ibukota dapat dihilangkan dengan sistem online.

Ratusan Siswa Ikuti Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional

Sebanyak 350 siswa dan 100 guru dari 31 provinsi di Indonesia mengikuti Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN) ke-15 di Bengkulu pada 24 hingga 31 Juli 2016 yang diadakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu.