Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru

Presiden Tinjau Pabrik Tahu di Sumedang

presiden ri, susilo bambang yudhoyono, sumedang, pabrik tahu

Posted on 03 Feb 2014. Hits : 417

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin pagi, meninjau proses pembuatan tahu di Pabrik Tahu Palasari yang terletak di Jalan Mayor Abdul Rahman, Sumedang Utara, Jawa Barat.

Peninjauan ke pabrik tahu itu mengawali rangkaian kegiatan Presiden Yudhoyono yang didampingi oleh Ibu Ani Yudhoyono di Kabupaten Sumedang.

Kedatangan Presiden dan rombongan di pabrik tahu itu disambut oleh anak-anak sekolah dasar yang membawa bendera merah putih dan meneriakkan kata-kata "Hidup SBY". Sementara itu warga masyarakat tampak memadati jalan utama di sekitar pabrik tahu itu untuk melihat dari dekat Presiden dan Ibu Ani.

Di pabrik tahu itu, Presiden beserta rombongan menyaksikan proses pembuatan tahu yang menjadi ciri khas daerah itu.

Presiden dan Ibu Ani Yudhoyono yang pagi itu mengenakan kemeja biru tua mendengarkan penjelasan dari pemilik dan berdialog dengan para pegawai tentang cara pembuatan tahu. Sesekali Presiden bertanya tentang hal-hal yang ingin diketahuinya dalam proses itu, misalkan waktu yang dibutuhkan untuk mengolah sari kedelai menjadi tahu.

Pada kesempatan itu Presiden juga ikut melakukan sejumlah proses dalam pembuatan tahu seperti menuangkan sari kedelai dan memotong tahu yang telah jadi.

Sementara itu Ibu Ani Yudhoyono menggoreng tahu yang telah jadi, yang kemudian ditawarkan kepada para anggota rombongan.

"Bukan hanya basa-basi, enaknya," kata Presiden seraya mencicipi tahu produksi pabrik itu.

Pabrik tahu Palasari memproduksi 10 ribu potong tahu setiap hari dan dijual Rp600 setiap potongnya. Pabrik itu hanya memproduksi tahu untuk kebutuhan tokonya dan tidak menjual keluar.

Seusai meninjau proses pembuatan tahu, Kepala Negara kemudian menuju RSUD Kabupaten Sumedang yang terletak di Jalan Palasari. Di sepanjang jalan tampak ribuan warga setempat yang berdiri di tepi jalan untuk menyaksikan rombongan Presiden dan Ibu Ani.

Kepala Negara meninjau gedung instalasi rawat jalan RSUD Sumedang dan ruang cuci darah.

Dalam peninjauan itu Presiden disertai oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang dan Direktur Utama RSUD.

Selama kunjungan kerjanya ke Sumedang, Presiden Yudhoyono dan Ibu Ani juga berkunjung ke kediaman Ibu Een Sukaesih, seorang pendidik informal yang mengalami keterbatasan fisik di Dusun Batu Karut, RT. 01 RW 05 Cibereum Wetan, Cimalaka, Sumedang.

Seusai menjenguk Ibu Een, Presiden dan Ibu Ani kemudian menuju Kabupaten Majalengka.

Turut mendampingi Presiden Yudhoyono dalam kunjungan itu antara lain Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M.Nuh, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi dan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan.(ant/vaa)

Tarif Trans Tangerang Rp 1.000 Bagi Pelajar

Pemerintah Kota Tangerang memberikan tarif murah bagi pelajar yang menggunakan moda transportasi Trans Tangerang yakni Rp1.

RCEP Bisa Pengaruhi Sektor Pangan-Kesehatan Nasional

Perjanjian perdagangan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) yang juga melibatkan Indonesia dinilai bisa mempengaruhi sektor pangan dan kesehatan nasional karena adanya hak kekayaan intelektual yang dikuasai korporasi.

BNPT Harapkan Revisi UU Terorisme Segera Dirampungkan

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius berharap revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dapat segera dirampungkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Imigrasi Soetta Tolak Kedatangan Empat Warga Bangladesh

Petugas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang menolak kedatangan empat warga Bangladesh karena diduga menyalahgunakan fasilitas bebas visa kunjungan.

FAO : Pertanian Konservasi Tingkatkan Produksi 77 Persen

Berdasarkan data dari Badan Pangan dan Pertanian PBB (FAO) hasil teknik pertanian konservasi telah meningkatkan produksi jagung di wilayah Indonesia Timur sebanyak 77 persen daripada menggunakan teknik produksi konvensional.