Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru

Angka Kematian Bayi Di Kalteng Tinggi

menteri kesehatan, angka kematian bayi, survei demografi

Posted on 27 Feb 2013. Hits : 684

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menyatakan berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012, angka kematian bayi di Provinsi Kalimantan Tengah masih tinggi yakni sebesar 49 per 1000 kelahiran hidup.

"Di Kalteng angka kematian bayi masih cukup tinggi, disebabkan kondisi kesehatan ibu maupun bayi rendah selain itu karena akibat pendarahan terlebih lagi dengan daerah seluas ini," kata Nafsiah di Palangka Raya, Selasa.

Untuk itu ia meminta seluruh jajaran kesehatan baik dari puskesmas, posyandu maupun puskesmas pembantu lebih intensif memberikan pemahaman kepada setiap keluarga agar merencanakan kelahiran dengan baik.

Peran BKKBN juga diperlukan untuk membantu menurunkan angka kematian bayi dan angka kematian ibu melahirkan guna memberikan penjelasan program KB.

Ia menjelaskan faktor yang membuat pendarahan dan cacat bawaan yakni ibu melahirkan terlalu muda sehingga hendaknya agar diusahakan tidak ada lagi orang yang mau hamil sebelum umur 20 tahun.

Ibu melahirkan terlalu tua yakni berkisar antara 35-40 tahun sehingga mudah terjadi pendarahan dan kecacatan pada bayi juga meningkat.

Ketiga karena terlalu rapat kehamilan atau terlalu sering melahirkan karena rahim ibu belum sempat sembuh sudah hamil.

Faktor keempat karena terlalu banyak anak yang berakibat rahim ibu lemah, kesehatan ibu juga kurang dan bayi yang lahir biasanya tidak normal.

"Instruksi saya yang pertama kepada seluruh jajaran kesehatan, jangan ini dianggap enteng, kalau ingin mencapai MDGs dan kalau cinta kepada ibu dan bayi, wajib kerja sama dengan seluruh jajaran BKKBN dan SKPD lainnya agar KB betul-betul berhasil demi untuk kesehatan ibu dan bayi," tegasnya.

Angka kematian bayi terendah di DI Yogyakarta yaitu 19 per 1000 kelahiran hidup dan tertinggi di Sulawesi Barat yakni 74 per 1000 kelahiran hidup.

Begitu juga dengan angka kematian balita terendah di DI Yogyakarta 22 per 1000 kelahiran hidup dan tertinggi di Sulawesi Barat 96 per 1000 kelahiran hidup.

"Walaupun indikator MDGs ini diprediksi akan tercapai pada tahun 2015, akan tetapi melihat permasalahan yang kita hadapi, memerlukan upaya yang lebih keras lagi," ucapnya.

Struktur penduduk di Indonesia dan Kalimantan Tengah termasuk struktur penduduk muda. Hal ini dapat diketahui dari banyaknya jumlah penduduk usia muda (0-14 tahun).

Walaupun jumlah kelahiran telah menurun jika dibandingkan dengan lima tahun yang lalu dan angka harapan hidup yang semakin meningkat yang ditandai dengan meningkatnya jumlah penduduk usia tua.

Banyaknya penduduk usia produktif terutama pada kelompok umur 25-29 tahun baik laki-laki maupun perempuan. Jumlah golongan penduduk usia tua juga cukup besar.

Hal ini dapat dimaknai dengan semakin tingginya usia harapan hidup, kondisi ini mengharuskan adanya kebijakan terhadap penduduk usia tua, karena golongan penduduk ini relatif tidak produktif.(ant/rd)

Dua Daerah DIY Percontohan Kemiskinan Nasional

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan sebanyak dua daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi daerah percontohan bagi program pengentasan kemiskinan pemerintah.

Kekhasan Taman Nasional Daya Tarik Wisata

Pakar pelestarian lingkungan hidup dari Amerika, Shane Barrow, memberikan komentar dan penilaiannya terkait keadaan taman nasional yang ada di Indonesia.

Pemerintah Perkuat Transmigrasi Untuk Kurangi Impor Pangan

Pemerintah segera memperkuat dan menggalakkan kembali program transmigrasi untuk mengurangi ketergantungan impor pangan, kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo.

Penyaluran KIP Belum Tuntas

Penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) belum juga tuntas meskipun batas waktu penyaluran akan berakhir di akhir September.

BNPB-MIT Kembangkan Peta Bencana Berbasis Media Sosial

Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Urban Risk Lab Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat, mengembangkan peta bencana berbasis media sosial.