Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalbar 3,48 Persen

pengangguran, kalbar

Posted on 05 Nov 2012. Hits : 669

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Provinsi Kalimantan Barat, Agustus 2012 sebesar 3,48 persen atau mengalami penurunan 0,40 persen apabila dibanding Agustus 2011.

"Jumlah angkatan kerja, terhitung Agustus 2012 sebanyak 2,18 juta jiwa atau berkurang sekitar 75.507 jiwa dibanding angkatan kerja Februari 2012 sebesar 2,25 juta jiwa," kata Kepala Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik Kalbar, Duaksa Aritonang saat menyampaikan berita resmi statistik BPS Kalbar, di Pontianak, Senin.

Ia menjelaskan, apabila dibandingkan dengan Agustus 2011, maka jumlah angkatan kerja di Kalbar mengalami pengurangan sekitar 50.671 jiwa, dari 2,23 juta jiwa menjadi 2,18 juta jiwa Agustus 2012.

Sementara itu, situasi ketenagakerjaan setahun terakhir Agustus 2011 hingga Agustus 2012 ditandai dengan naiknya penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian dan jasa-jasa mengalami penurunan jumlah pekerja, kecuali sektor industri mengalami kenaikan jumlah tenaga kerja sekitar 6.324 jiwa.

"Menurut data kami, hingga Agustus 2012 jumlah penduduk Kalbar yang bekerja sebagai buruh/karyawan sebesar 626.387 jiwa atau 29,74 persen, berusaha sendiri dan buruh tidak tetap sebanyak 445.534 jiwa atau 21,15 persen, dan berusaha sendiri atau wiraswasta sebanyak 337,274 jiwa atau 16,01 persen," kata Duaksa.

Sementara berdasarkan jam kerja pada Agustus 2012, bekerja di atas 35 jam/minggu sebesar 66,33 persen, dan kurang dari delapan jam/minggu sebesar 1,32 persen, katanya.

"Pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih tetap mendominasi, yakni sekitar 53.878 jiwa atau sekitar 66,33," ungkapnya.

Sementara yang pekerja dengan jenjang pendidikan diploma sekitar 2,97 juta jiwa atau 2,68 persen, dan sarjana sebanyak 6,98 juta jiwa atau sekitar 6,30 persen, kata Kepala Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik Kalbar.

Sementara itu, Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Kalbar Martalena menyatakan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Kalbar triwulan III tahun 2012 tumbuh sebesar 6,6 persen, dibanding triwulan sebelumnya.

"Semua sektor ekonomi mengalami pertumbuhan positif, pertanian mengalami pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 16,4 persen, diikuti konstruksi sebesar 7,3 persen, industri pengolahan 5,6 persen," kata Martalena.

PDRB Kalbar triwulan III 2012 dibanding triwulan yang sama tahun 2011, tumbuh sebesar 6,0 persen.

"Sementara secara kumulatif triwulan I hingga III tahun 2012, dibanding triwulan yang sama tahun 2011, tumbuh sebesar 5,9 persen, dengan pertumbuhan tertinggi pada sektor jasa 10 persen, dan terendah sektor listrik, gas, dan air bersih 3,1 persen," ujarnya.

Martalena menambahkan, secara nominal PDRB harga berlaku di Kalbar triwulan III sebesar Rp19,3 triliun atau meningkat 9,0 persen apabila dibandingkan triwulan II sebesar Rp17,7 triliun, sedangkan PDRB atas harga konstan 2000 triwulan III 2012 sebesar Rp8,6 triliun. (ant/as)

Inggris Investasi 25 Juta Pound Bidang Kelistrikan

Perusahaan penyedia energi temporer dari Inggris Aggreko berinvestasi sebesar 25 juta pound dalam bentuk pembangunan depot di Marunda, Jakarta.

Pemerintah Buka Kesempatan Swasta Operasikan Tol Laut

Kementerian Perhubungan membuka kesempatan kepada swasta untuk mengoperasikan angkutan barang terjadwal (freight liner) dalam program Tol Laut.

Operator Ditantang Bangun Jaringan Hingga Pelosok Nusantara

Kementerian Kominfo dinilai harus mampu mendorong para operator telekomunikasi terutama yang memiliki lisensi nasional untuk memperluas jaringan hingga ke daerah terpencil pelosok Nusantara, terutama di Kawasan Timur Indonesia seperti Papua dan Papua Barat.

Pemerintah Diminta Tegas Terhadap Pajak Taksi Online

Pengamat pajak meminta pemerintah bersikap tegas mewajibkan taksi online (taksi berbasis aplikasi) membayar pajak agar ada kesetaraan dengan taksi konvensional.

LIPI Tawarkan Konsep Biovillage Untuk Daerah

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menawarkan konsep Biovillage yang menyatukan pengembangan pangan, pakan, pupuk, dan energi dalam satu kawasan terpadu yang dapat digunakan memajukan daerah.