Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Tunjangan Khusus untuk Guru di Perbatasan

tunjangan khusus, tunjangan, guru, perbatasan

Posted on 05 Jan 2013. Hits : 1917

 Pemerintah Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur akan mengusulkan kepada Menteri Pendidikan Nasional soal perlu adanya tunjangan khusus bagi para guru yang bertugas dan mengabdi di wilayah perbatasan RI-Timor Leste yang serba minim fasilitas.

"Kami akan segera usulkan gagasan tersebut (tunjangan khusus) kepada Menteri Pendidikan Nasional agar bisa terealisasi dalam tahun anggaran ini (2013)," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Belu Patrisius Asa di Atambua, Sabtu.

Ia menjelaskan pola pemberian tunjangan khusus bagi para guru yang mengabdi di wilayah perbatasan negara tersebut, karena komitmen mereka yang tulus dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tepian nusantara.

"Guru-guru kita yang mengabdi di daerah perbatasan serba kekurangan, baik fasilitas penunjang kesejahteraan maupun pendidikan, namun mereka tetap mengabdi dengan setia untuk membebaskan anak-anak nusantara dari belenggu keterbelakangan lewat dunia pendidikan," ujarnya.

Oleh karena itu, kata Asa menegaskan, tidak terlalu berlebihan jika pemerintah daerah setempat mengusulkan kepada Menteri Pendidikan Nasional untuk memberikan tunjangan khusus bagi para pahlawan tanpa tanda jasa itu.

Menurut dia, pola seleksi dan penetapan guru yang masuk dalam kategori untuk mendapatkan bantuan tambahan penghasilan tersebut, dilakukan oleh Dinas PPO Nusa Tenggara Timur, karena SK penempatan ada di tangan provinsi.

Dia mengatakan pola penyaluran tunjangan khusus melalui tambahan penghasilan tersebut dilakukan langsung ke rekening setiap guru, tanpa melalui Dinas PPO Kabupaten Belu dan disesuaikan dengan statusnya masing-masing.

"Jika dia guru PNS maka tambahan penghasilannya satu kali gaji pokok, sementara untuk non PNS mendapatkan tunjangan tambahan Rp1.500.000 setiap bulannya," katanya.

Menurut Asa, kebijakan pemerintah untuk memberikan tunjangan khusus melalui tambahan penghasilan bagi guru di perbatasan negara dan daerah bencana tersebut, penting agar guru juga merasa mendapatkan perhatian dari pemerintah, terutama dalam pengabdiannya di wilayah batas negara.

"Saya kira untuk guru di Kabupaten Belu, hal ini penting demi menambah motivasi dan daya giat para guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik khusus di tapal batas negara," katanya.

Dia menyebutkan, untuk tahun anggaran 2012 ada sebanyak 2.095 guru yang bertugas di sejumlah sekolah di batas negara RI-Timor Leste di Kabupaten Belu, yang diberikan tunjangan khusus dengan tambahan penghasilan senilai satu bulan gaji pokok setiap bulannya.

"Jumlah guru penerima tunjangan khusus di Kabupaten Belu tersebut, termasuk dalam kategori guru perbatasan dan guru di daerah bencana, yang terdiri dari guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan guru non PNS," demikian Patrisius Asa.(ant/ ap)

Pertamina Lubricants Hadirkan Pelumnas Mesin Matic Manado

PT Pertamina Lubricants (Persero) menghadirkan pelumas baru untuk kendaraan antara lain Enduro Matic G dan Meditran SX Bio di Kota Manado, Provinsi Sulawesi utara (Sulut).

Rumah Panggung Minahasa Makin Diminati Pasar Internasional

Rumah panggung Minahasa, Sulawesi Utara(Sulut) makin diminati pasar internasional, ditandai dengan adanya permintaan cukup tinggi hingga semester pertama tahun 2016.

BI Imbau Swalayan Ganti Permen Dengan Koin

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali mengimbau pasar swalayan dan toko modern di daerah setempat untuk mengganti permen yang selama ini kerap digunakan sebagai kembalian dengan uang logam.

Pemerintah Lakukan Transplantasi Terumbu Karang Di Bitung

Wali Kota Bitung Maxmiliaan Jonas Lomban mengatakan pihaknya akan melakukan transplantasi terumbu karang di Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Perempuan Aceh Barat Berlomba 'Lapak But Jaroe'

Kaum perempuan di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh membuat berbagai kreativitas produk souvenir "lapak but jaroe" (kerajinan tangan) yang diperlombakan pada Pekan Kebudayaan Aceh Barat (PKAB) ke-II tahun 2016.