Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru

KBRI Himbau Mahasiswa Indonesia di Korsel Beraktivitas Normal

kbri imbau, mahasiswa di korsel, aktivitas normal

Posted on 10 Apr 2013. Hits : 385

Mahasiswa asal Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Korea Selatan masih belum mengungsi, menyusul imbauan pemerintah Korea Utara agar warga asing segera meninggalkan negara tersebut.

"Kami masih belum mengungsi, karena pihak KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) masih mengimbau untuk menjalani aktivitas secara normal," ujar salah seorang mahasiswa Indonesia yang belajar di Seoul National University (SNU) Ginanjar Mahardikatama ketika dihubungi di Seoul, Rabu (10/4).

Menurut mahasiswa jurusan administrasi publik tersebut, imbauan resmi untuk tetap menjalani aktivitas secara normal diterbitkan oleh pihak KBRI di Seoul melalui lamannya pada Kamis (4/4) lalu.

"Sejauh ini kondisi di Korea Selatan sendiri masih normal, belum ada aktivitas khusus, bahkan warga Korea juga belum ada yang masuk militer," ucapnya.

Selain itu, Ginanjar juga mengutarakan bahwa jika memang ada serangan, para pelajar dan WNI diimbau untuk segera berkumpul di KBRI untuk tindakan lebih lanjut.

"Kalau memang ada serangan, akan ada sirene peringatan terlebih dahulu baru kemudian berkumpul di KBRI," tutur Ginanjar.

Selasa (9/4) Korea Utara mengatakan bahwa semenanjung Korea sedang mengarah kepada perang "termo-nuklir" dan menyarankan para warga asing untuk meninggalkan Korea Selatan.

Imbauan itu muncul setelah imbauan serupa pekan lalu yang disampaikan kepada kedutaan-kedutaan asing di Pyongyang --agar mereka mengungsi paling lambat pada 10 April-- karena perang mungkin akan terjadi.

Peringatan pekan lalu bagi para kedutaan di Pyongyang juga ditepis sebagai retorika kosong dan sebagian besar pemerintah asing menjelaskan bahwa mereka tidak berencana untuk menarik personelnya.

"Situasi di Semenanjung Korea sudah mendekati perang termo-nuklir," kata Komite Perdamaian Asia-Pasifik dalam pernyataan yang dimuat oleh kantor berita resmi Korea Utara, Korean Central News Agency.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa mereka tidak menginginkan warga asing menjadi korban dan karena itu meminta semua lembaga, perusahaan dan wisatawan asing untuk "mengambil langkah mencari perlindungan dan mengungsi".

Juru bicara Gedung Putih Jay Carney mengkritik Pyongyang atas "pernyataan tidak perlu yang hanya akan meningkatkan ketegangan".

Ancaman "perang termo-nuklir" telah dilancarkan beberapa kali dalam bulan-bulan terakhir ini --yang paling baru adalah pada 7 Maret-- kendati para pakar menganggap bahwa kemampuan Korea Utara mengembangkan senjata nuklir canggih itu masih belum cukup.(ris/ant)

Summarecon Bandung Tawarkan Hunian Yang Humanis

Summarecon Bandung adalah kawasan seluas 300 ha yang dikembangkan oleh PT Summarecon Agung Tbk.

KPK Ingin Hilangkan Politik Uang Dalam Pilkada

Komisi Pemberantasan Korupsi menginginkan agar politik uang dalam Pemilihan Kepala Daerah dihilangkan, salah satunya dengan usulan institusi itu untuk meningkatkan dana bantuan bagi partai politik sebesar 50 persen, kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.

Garda Bangsa: Radikalisme Ancam Kebhinekaan

Organisasi sayap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Garda Bangsa menilai kebhinekaan yang ada di Indonesia saat ini terancam oleh perkembangan paham radikal dan terorisme.

KJRI Berupaya Bebaskan WNI Ditahan Di Jeddah

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) berupaya membebaskan dua warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan di Jeddah setelah bergurau membawa bom ketika hendak naik pesawat, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir.

Presiden Segera Berantas 'Jual Beli' Jabatan ASN

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan segera memberantas praktik "jual beli" jabatan dalam manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN).