Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Khofifah Tunggu Restu PWNU Jatim

khofifah, pilkada jatim, pilgib jatim, nahdatul ulama

Posted on 20 Dec 2012. Hits : 406

Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa dirinya menunggu restu PWNU Jatim untuk maju dalam Pilgub Jatim 2013, karena itu dirinya akan bersilaturrahmi ke PWNU Jatim pada Januari mendatang.

"Saya sudah check sound, saya sudah cek 'grass roots'. Saya kira, lapangan sudah bagus, lapangan sudah tidak becek, tapi rasanya tidak etis kalau belum bertemu PWNU Jatim. Insya-Allah, Januari, saya akan ke PWNU," katanya di Surabaya, Kamis.

Ia mengemukakan hal itu setelah berbicara pada seminar nasional "Kepemimpinan Pemuda: Menciptakan Tatanan Sosial dan Politik yang Pro-Rakyat" di IAIN Sunan Ampel Surabaya yang juga menampilkan Wakil Wali Kota Surabaya Bambang DH (PDIP) dan Dr Akhmad Muzakki (Ketua LP Maarif NU Jatim).

"Saya juga sudah menjalin komunikasi dengan elit politik di Jakarta, tapi di Jatim belum, karena saya memang belum bertemu 'komandan' di Jatim, saya akan ke PWNU dulu," kata Khofifah yang sempat kalah tipis dari Soekarwo-Saifullah Yusuf pada Pilgub Jatim 2008.

Ditanya kapan waktunya mendeklarasikan diri sebagai kandidat dalam Pilgub Jatim, ia meminta masyarakat untuk menunggu dirinya bersilaturrahmi ke PWNU Jatim. "Tunggu ke PWNU, insya-Allah nanti Januari," katanya.

Tentang wacana dari Forum Eksponen NU agar dirinya menggandeng Wagub Jatim Gus Ipul untuk menyatukan suara NU dalam Pilgub Jatim 2013, ia mengaku belum tahu. "Itu (wacana) juga baru saya dengar hari ini dari media," katanya.

Mengenai "kebersamaan" dengan Wakil Wali Kota Surabaya Bambang DH yang juga fungsionaris PDIP, ia menyatakan hal itu sekadar memenuhi undangan panitia seminar. "Saya tidak tahu soal itu, itu undangan panitia," katanya.

Menanggapi hasil survei 'Presisi Poll' tentang mayoritas dari 15 kiai pengasuh pesantren besar di Jawa Timur cenderung memilih Wagub Jatim H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dibandingkan dengan Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa untuk tokoh NU yang layak menjadi calon gubernur (cagub) dalam Pilgub Jatim 2013, ia menghormati hasil survei itu.

"Saya hormati hasil survei itu, tapi sayang disayangkan kalau penduduk Jawa Timur yang jumlahnya berkisar 37 juta jiwa itu hanya diwakili oleh 15 orang, apalagi di Jatim ada 6.000-an pesantren. Jadi, kalau 15 pesantren dianggap mewakili masyarakat dan pesantren di Jatim tentu sangat mengecilkan peran mayoritas," katanya.

Dalam seminar yang diadakan Dewan Mahasiswa (DEMA) IAIN Sunan Ampel Surabaya itu, Khofifah memuji pertumbuhan ekonomi Indonesia yang bagus, bahkan pertumbuhan ekonomi di Jatim melampaui nasional, namun pertumbuhan itu tidak didukung pemerataan.

"Kemiskinan itu masih banyak. Pemerintah memang mengklaim kemiskinan itu tinggal 13,3 persen, tapi angka itu untuk penduduk berpenghasilan minimal 1 dolar AS, padahal Bank Dunia menggunakan standar kemiskinan dengan minimal 2,5 dolar AS. Jadi, kemiskinan kita masih puluhan juta orang," katanya.

Sementara itu, Ketua LP Maarif NU Jatim Dr Akhmad Muzakki mempersoalkan kemajuan secara ekonomi yang tidak didukung dengan kemajuan secara budaya. "Kita masih sering melihat orang naik mobil mewah, tapi mereka membuang sampah dari kaca mobilnya, jadi mereka maju secara ekonomi, tapi tidak maju secara budaya. Maju fisiknya, tapi kuno pemikirannya," katanya. (ant/as)

Wayan Sastra Wakili Indonesia Ikuti Program Kreasi Seni Budaya

I Wayan Sastra Kesuma (11), murid kelas IV sekolah dasar negeri (SDN 3) Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali mendapat kepercayaan mewakili Indonesia mengikuti Program Kreasi Pengalaman Karya Seni dan Budaya di Yokohama, Jepang selama dua hari, 27-28 Juli 2016.

91 Koperasi di Buleleng Dicabut Izinnya

Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian (Diskoperindag) Kabupaten Buleleng, Bali, mencabut izin 91 koperasi di daerah itu karena mengalami berbagai masalah keuangan dan pengelolaan, tidak dapat menjalankan rapat anggota tahunan (RAT).

KPK Masih Kekurangan Penyidik

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo, menyatakan, sampai saat ini KPK masih sangat kekurangan penyidik untuk menangani kasus yang terjadi di Indonesia dan sampai saat ini KPK hanya memiliki 90 orang penyidik.

Sistem Online Diyakini Cegah Makam Fiktif

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menyakini praktek makam fiktif di Ibukota dapat dihilangkan dengan sistem online.

Ratusan Siswa Ikuti Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional

Sebanyak 350 siswa dan 100 guru dari 31 provinsi di Indonesia mengikuti Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN) ke-15 di Bengkulu pada 24 hingga 31 Juli 2016 yang diadakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu.