Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Pihak Terkait Harus Tindaki Kecurangan Pilkada

pilkada, pihak, kecurangan, pemilihan kepala daerah, makassar

Posted on 29 Dec 2012. Hits : 448

Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahar Mudzakkar (IA) meminta pihak terkait Polisi, Panwaslu dan KPU Kota Palopo menindaki kecurangan Pilkada di Palopo.

Hal itu dikemukakan setelah adanya temuan ratusan kertas suara sudah tercoblos pasangan kandidat tertentu usai penyortiran oleh KPU Palopo.

"Inilah dimaksud Pilkada curang, kenapa sudah ada kertas suara tercoblos pada kandidat tertentu sebelum pemilihan yang berjumlah ratusan," kata Ilham di Palopo, Sulsel, Sabtu.

Disela peresmian Barisan Rakyat (Barak) 145 Kota Palopo, dia menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat bahwa jangan hanya mendapatkan keuntungan sesaat, sebaiknya mengawasi pelaksanaan pilkada.

"Jangan mendapatkan kemenangan dengan caraa curang, ataukah dia sudah tahu akan kalah kerena mengetahui kita akan menang," ucap Ilham kepada relawan barak.

Ia menyebutkan, Barak 145 diyakini mampu mengawal dan bertugas menjaga keamanan dan kecurangan pada Pemilihan Gubernur (pilgub) 2013 dengan menyampaikan temuan-temuan terkait kecurangan di Kota Palopo.

"Sampaikan kepada masyarakat Wija To Luwu agar mengawal jalannya proses demokrasi di Sulsel, khususnya Polopo. Sejarah baru akan mencatat Insya Allah didukung IA akan jadi pempimpin baru di Sulsel dan membangun Luwu," katanya.

Dirinya mengungkapkan, tidak hanya kertas suara tercoblos, tetapi semua pejabat Pemprov Sulsel tidak satu orang Luwu pun diberikan jabatan strategis.

"Beginilih kalau orang sulit dipercaya menjadi pemimpin, belum lagi kecurangaan-kecurangan yang diduga telah dilakukannya, mari kita lawan bersama," ungkapnya.

Sebelumnya, Tim IA menemukan bukti sejumlaah surat suara kandidat nomor urut 2, Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang) sudah tercoblos di kertas suara.

"Ini tidak boleh dibiarkan dan telah merusak tatanan demokrasi, kalau melihat adanya surat suara tercoblos itu kecurangan namanya. Padahal palopo hanya mempunyai 111 surat suara," ucap Ketua Tim Data IA, Hamka Hidayat di Media Center IA, Makassar.

Hamka diketahui merupakan mantan Ketua KPU Palopo itu menduga kuat adanya indikasi kecurangan, bukan hanya Palopo tetapi daerah lain juga mengalami kasus demikian. Kendati demikian pihaknya akan melaporkan dan menempuh jalur hukum.

Ketua KPU Palopo Maksum Runi malah membantah tidak ada kertas suaraa yang tercoblos seperti kabar yang beredar saat ini.

"Saat ini surat suara masih dalam masa penyortiran, Kalaupun ada kertas suara yang ditemukan rusak maka akan dikembalikan ke KPU SulSel dan sammpai saat ini belum ditemukan kertas suara yang tercobolos," ucap Maksum.

Sebelumnya, bukan hanya kecurangan surat suara, tetapi Tim IA juga pernah dijebak pada saat pemasangan stiker ke pulik terkait mempertahankan kredibilitas Gubernur tentang Sulsel terkorup pertama di Sulsel dan ketiga dari Nasional.(ant/ ap)

Konferensi RCE Akan Diadakan di UGM

Universitas Gadjah Mada (UGM) akan menjadi tuan rumah Konferensi "Global Regional Center of Expertise" (RCE) ke 10 pada 22-25 November 2016, demikian pernyataan dari UGM yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Kabut Tebal Selimuti Bengkalis

Kabut asap tebal dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karlahut) mulai menyelimuti Kabupaten Bengkalis tepatnya di Kecamatan Mandau Dan Kecamatan Pinggir.

Dua Penyandang Disabilitas Raih Sarjana UI

Dua orang mahasiswa berkebutuhan khusus (disabilitas) berhasil meraih gelar sarjana di Universitas Indonesia (UI) setelah mampu menyelesaikan studi selama 4 tahun dan 4,5 tahun, dan mengikuti wisuda hari ini.

Presiden Hadiri Kontes Domba

Presiden Joko Widodo menghadiri temu wicara dan kontes domba garut yang diselenggarakan di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Sabtu.

Praktik Ekonomi Kapitalis Hancurkan Perajin Songket

Ketua Forum Pemerhati Perajin dan Pengusaha Songket Silungkang Sawahlunto (FP3S3) Provinsi Sumatera Barat Fidel Arifin menyatakan praktik ekonomi kapitalis telah menghancurkan para perajin songket daerah ini.