Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Daya Saing Produk Perikanan Indonesia Dinilai Relatif Rendah

produk perikanan, perikanan

Posted on 05 Dec 2012. Hits : 498

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri mengatakan, daya saing produk perikanan Indonesia masih rendah antara lain dilihat masih sedikitnya jumlah produk perikanan dalam negeri yang diekspor.

"Dibandingkan dengan negara-negara perikanan, Indonesia relatif rendah," kata Rokhmin di Jakarta, Rabu.

Rokhmin memaparkan, nilai ekspor perikanan Indonsia pada 2011 sebesar 3,5 miliar dolar AS, sedangkan Vietnam 6,2 miliar dolar dan Thailand 8,5 miliar dolar AS.

Ia juga menuturkan, pangsa udang Indonesia dalam pasar udang global menempati peringkat ke empat, di bawah Thailand, China, dan Vietnam.

Rokhmin yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia itu mengemukakan, dari segi volume produksi dan konsumsi ikan per kapita, sektor perikanan menunjukkan kinerja yang cukup bagus.

"Sebelum ada Departemen Kelautan dan Perikanan atau Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 1999, produksi perikanan 3,9 juta ton, tahun 2004 sebesar 6 juta ton dan 2011 sebesar 13,4 juta ton," katanya.

Namun, ujar dia, dari segi produktivitas nelayan, pembudidaya ikan, dan pengolah hasil perikanan dinilai masih relatif rendah dibandingkan dengan negara-negara perikanan utama lain seperti Jepang, Korea Selatan, dan China.

Ia memaparkan, keberlanjutan dan daya tahan baik usaha perikanan budidaya maupun perikanan tangkap masih rendah akibat ledakan penyakit dan faktor alam.

Sejumlah faktor yang disorot Rokhmin terkait dengan daya saing produk perikanan Indonesia antara lain adalah teknologi yang digunakan masih rendah dan belum diterapkannya manajemen yang profesional.

Selain itu, baik persoalan infrastruktur, sistem logistik, maupun ketersediaans arana produksi perikanan masih terbatas dan harganya relatif mahal khususnya di luar Jawa.

"Di negara-negara perikanan utama lain seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, India, dan China, sektor perikanan mendapat subsidi, khususnya BBM, benih, dan pakan," katanya. (ant/as)

Ahok: Pelanggar Ganjil Genap Diberi Blangko Biru

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akrab dipanggil Ahok mengatakan penerapan kendaraan dengan nomor polisi ganjil genap bila ada yang melanggar langsung diberi blangko tilang warna biru.

Banyuwangi Siapkan Langkah Hadapi Tantangan Ekonomi 2017

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi kondisi ekonomi pada 2017 yang diprediksi bakal nbanyak menghadapi tantangan berat.

Kupang Terapkan Rekam KTP Elektronik 24 Jam

Pemerintah Kota Kupang segera menerapkan layanan perekaman identitas untuk pencetakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik warga di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu 24 jam.

170 Ekor Sapi Ikuti Kontes Di Situbondo

Sebanyak 170 ekor sapi hasil inseminasi buatan mengikuti kontes ternak sapi yang digelar Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, guna mengetahui keberhasilan pada sektor peternakan.

Program 35.000 MW Diperkirakan Tidak Capai Target

Pengamat energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi memperkirakan program pembangunan pembangkit listrik berdaya 35.