Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Malut Bangun Koneksitas Penyediaan Kebutuhan Pokok

maluku utara, kebutuhan pokok, ternate

Posted on 28 Jan 2013. Hits : 259

Pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Maluku Utara (Malut) akan membangun koneksitas penyediaan kebutuhan pokok, sebagai upaya mengurangi ketergantungan pasokan kebutuhan pokok dari luar daerah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate, Ghazali Samsi di Ternate, Senin mengatakan, seluruh Disperindag kabupaten/kota dan sejumlah instansi terkait di Malut akan melakukan pertemuan pada pekan ini untuk membahas koneksitas penyediaan kebutuhan pokok tersebut.

Pada pertemuan yang difasilitasi Dinas Pertanian Provinsi Malut tersebut, setiap kabupaten/kota akan menyampaikan data jumlah kebutuhan pokok di daerah masing-masing, termasuk yang mampu dipenuhi daerah bersangkutan.

Selain itu, kata Ghazali, semua pemkab/pemkot di Malut pada pertemuan tersebut akan menyampaikan data potensi kebutuhan pokok yang bisa dihasilkan, baik untuk memenuhi kebutuhan daerahnya maupun yang didistribusikan ke kabupaten lainnya.

Dari data tersebut akan menjadi dasar bagi masing-masing kota untuk memprogramkan pengembangan produksi kebutuhan pokok sesuai potensinya, sehingga pada gilirannya nanti masing-masing kabupaten/ kota akan saling menutupi dalam upaya memenuhi kebutuhan pokok.

Menurut Ghazali, kalau program koneksitas penyediaan kebutuhan pokok berjalan efektif, maka Malut tidak lagi tergantung dari daerah lain.

Harga kebutuhan pokok di Malut selama ini sering mengalami lonjakan akibat terjadi langkahnya stok, menyusul terhambatnya pasokan dari luar Malut, seperti dari Sulawesi dan Jawa.

"Jadi setiap kabupaten/ kota di Malut akan didorong untuk mengembangkan produk kebutuhan pokok sesuai dengan potensi masing-masing, yang selain bisa memenuhi kebutuhan, juga akan didistribusikan kepada kabupaten/kota di Malut," katanya.

Kebutuhan pokok di Malut selama ini banyak didatangkan dari luar Malut, di antaranya beras, ayam potong dan telur, minyak goreng dan sayuran, padahal Malut memiliki potensi untuk menghasilkan kebutuhan pokok itu. (ant/as)

DBS Prediksi Pertumbuhan Mini Market 15,5 Persen

Grup Riset Bank Pembangunan Singapura DBS memprediksi pertumbuhan jumlah mini market di Indonesia mencapai 15,5 persen hingga 2018 melampaui pertumbuhan supermarket dan hypermarket.

Pembocor Data Amnesti Pajak Dipenjara Lima Tahun

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Riau-Kepulauan Riau, Jatnika, menyatakan setiap orang yang membocorkan data wajib pajak dalam program amnesti pajak akan dijatuhi sanksi pidana penjara lima tahun, untuk memberikan jaminan bahwa kebijakan tersebut memberikan kepastian keamanan bagi wajib pajak yang berpartisipasi.

Pemerintah Datangkan 11 Pembeli Potensial Asal Chile

Pemerintah melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Santiago, Chile, terus berupaya untuk meningkatkan ekspor salah satunya dengan mendatangkan 11 pembeli potensial atau buyers dari delapan perusahaan untuk datang pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2016.

Menteri Susi Ingin Buat Monumen 'Illegal Fishing'

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ingin adanya monumen "illegal fishing" (penangkapan ikan secara ilegal) sebagai pengingat pentingnya memberantas tindak kejahatan yang telah mengglobal tersebut.

Perlengkapan Haji Mulai Ramai Dicari Pembeli

Penjualan perlengkapan haji di pusat perbelanjaan Thamrin City, Jakarta Pusat yang dilakukan seorang pedagang mencapai keuntungan Rp40 juta per hari menjelang pemberangkatan haji 2016.