Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru

Semarang Gelar Wayang Kulit Serentak di Seluruh Kecamatan

semarang, wayang kulit, kecamatan

Posted on 24 Apr 2013. Hits : 240

Pemerintah Kota Semarang akan menggelar wayang kulit serentak di seluruh kecamatan pada 27 April pukul 20.00 WIB dalam rangkaian HUT Kota Semarang ke-466 (tanggal 2 Mei).

"Tidak hanya serentak waktu pagelaran, tetapi lakon dan tokoh wayang akan diserahkan kepada dalang juga semuanya sama," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Nurjanah di Semarang, Rabu.

Wayang kulit yang akan mengusung lakon "Semar Mbangun Kayangan" tersebut untuk pentas di tingkat kota dipusatkan di Kecamatan Semarang Barat dengan dalang Ki Joko Edan.

Penyerahan tokoh wayang, Semar akan diserahkan Plt Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi kepada dalang Ki Joko Edan dan diikuti di 16 kecamatan yang menyerahkan tokoh wayang kepada dalang di daerah masing-masing.

Pagelaran wayang kulit yang baru pertama kali digelar di Kota Semarang dengan mengambil tema "Membangun Kota Melestarikan BUdaya" ini direncanakan dimasukkan dalam rekor MURI.

Digelarnya wayang kulit di seluruh kecamatan se-Kota Semarang tersebut, lanjut Nurjanah maka akan memberi kemudahan kepada seluruh warga untuk menyaksikan wayang sesuai pilihan atau di daerahnya masing-masing.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Kasturi menambahkan pilihan tokoh wayang Semar dikarenakan sebagai lambang daerah yang tengah berkembang setara dengan kota metropolitan yang lain.

Untuk pagelaran wayang di 16 kecamatan, Pemkot Semarang mendatangkan dalang, sinden, serta gamelan dari daerah sekitar seperti Kabupaten Rembang, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Boyolali.

"Kalau kebutuhan dalang di Kota Semarang sendiri kami kira cukup, tetapi kalau sinden dan gamelan tidak terpenuhi sehingga harus dari daerah sekitar sehingga harus paket dengan dalangnya," katanya.

Sejumlah tempat yang akan menjadi tempat pagelaran wayang kulit yakni di halaman kantor Kecamatan Semarang Barat (dalang Ki Joko Edan), halaman kantor Kecamatan Semarang Utara (dalang Ki Heru Purwono), halaman kantor Kecamatan Tembalang (dalang Ki Joko Sunarno), halaman SMU YPE Kecamatan Gunungpati (dalang Ki Gondo Suharno).

Tempat lainnya halaman kantor Kelurahan Bendan Ngisor Kecamatan Gajahmungkur (dalang Ki Sigit Arianto), Terminal Mangkang Kecamatan Tugu (dalang Mashadi), halaman kantor Kecamatan Pedurungan (dalang Ki Dartono), Balai Sobokarti Kecamatan Semarang Timur (dalang Rustamadji), halaman kantor Kelurahan Lamper Kidul Kecamatan Semarang Selatan (dalang Ki Rugiyono).

Kemudian halaman kantor Kecamatan Candisari (dalang Ki Sabdono), halaman kantor Kecamatan Mijen (dalang Tri Agus), lapangan depan Kecamatan Ngaliyan (dalang Ki KRT.Andi Pramono), halaman kantor Kecamatan Gayamsari (dalang KRT.Supriyono Jayeng Negoro), halaman kantor Kecamatan Semarang Tengah (dalang Ki Ragil Supadi), dan halaman kantor Kecamatan Banyumanik (dalang Kateni Nartono). (bn)

Dua Daerah DIY Percontohan Kemiskinan Nasional

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan sebanyak dua daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi daerah percontohan bagi program pengentasan kemiskinan pemerintah.

Kekhasan Taman Nasional Daya Tarik Wisata

Pakar pelestarian lingkungan hidup dari Amerika, Shane Barrow, memberikan komentar dan penilaiannya terkait keadaan taman nasional yang ada di Indonesia.

Pemerintah Perkuat Transmigrasi Untuk Kurangi Impor Pangan

Pemerintah segera memperkuat dan menggalakkan kembali program transmigrasi untuk mengurangi ketergantungan impor pangan, kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo.

Penyaluran KIP Belum Tuntas

Penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) belum juga tuntas meskipun batas waktu penyaluran akan berakhir di akhir September.

BNPB-MIT Kembangkan Peta Bencana Berbasis Media Sosial

Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Urban Risk Lab Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat, mengembangkan peta bencana berbasis media sosial.